Monday, August 19, 2019

Hujan dan Jejak #Kenangan tentangmu yang Menyentuh Hatiku

Credit: HiTechno
Bagi saya, hujan selalu istimewa. Meski kadang hujan datang bersama perih. Namun, tak jarang hujan datang pula bersama jejak kenangan indah, seperti saya dan kamu waktu itu.

Hujan kali ini berbeda dengan hujan-hujan biasanya. Ada dua perasaan yang tidak bisa saya satukan. Benar-benar seperti air dan minyak yang hanya bisa berdampingan namun tidak bisa bersatu. Perasaan satu sangat sedih karena kami baru kehilangan orang tua. Tepatnya orang tua sahabatku yang sudah kuanggap seperti orang tuaku sendiri. Perasaan lainnya bahagia karena akhirnya saya bertemu seseorang yang baru saja jadi resmi menjadi kekasihku. Iya, itu hari pertama kami sepakat untuk mencoba bersama.

Malam itu hujan cukup deras. Saya berniat bermalam di kediaman sahabatku sekaligus menemaninya. Kekasihku dan beberapa sahabat kami pun ada di sana dengan niat yang sama, menemani. Tidak banyak yang bisa saya diskusikan dengan lelakiku. Kami hanya saling menatap sesekali, meminta tolong mengambilkan barang atau makanan yang dekat dengan salah satu dari kami untuk diberikan kepada yang lainnya. 

Saya ingat bahwa malam itu saya harus ke rumah orang tua untuk meletakan barang-barang yang saya bawa dari indekos. Akhirnya saya minta tolong kepadanya untuk mengantarkan saya pulang. Saat itu hujan sudah reda, namun awan tampak masih merah darah. Saya pikir, akan keburu sampai ke rumah dan kembali lagi ke rumah sahabat saya tadi. Namun, di tegah perjalanan pulang, kami terguyur hujan yang langsung deras. 

Saya memejamkan mata, menangis bersama hujan yang sudah saya tahan sejak di rumah sahabat saya. Saya peluk lelakiku dari belakang, ia menggenggam tanganku sambil terus melajukan sepeda motornya perlahan, menikmati suasana malam itu. Hening. Tidak ada percakapan, sampai akhirnya kami sama sekali basah kuyup dan memutuskan untuk berteduh. Dalam teduh, kami saling diam dan bergenggaman tangan. Malam itu saya menggigil kedinginan karena hujan. Malam itu juga saya merasakan kehangatan dalam hati seolah ada yang menyentuhnya dan berjanji menjaga agar selalu baik-baik saja seberapa sering pun saya ditinggalkan oleh seseorang, hingga sekarang.

Saya rasa, hujan selalu istimewa bersama segala jejak kenangannya.

***
Jakarta Selatan, di kantor

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri kritik dan saran yang membangun supaya Blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.