![]() |
| Photo credit: duapah |
Hidup memang nggak akan berhenti dari yang namanya
belajar. Baik belajar dari masalah yang dihadapi sendiri, belajar dari masalah
orang lain, atau belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain. Hari ini
gua belajar dari masalah orang lain dan kesalahan diri gua sendiri.
Singkat cerita, gua tiba-tiba gatal buat komentarin suatu masalah yang gua
pandang dari satu sisi aja atau katakanlah dari satu orang aja. Tanpa mencari
tahu sisi lain atau sudut pandang lain dari masalah tersebut. Alhasil, yang
terjadi sama gua adalah gua kecewa sama diri sendiri yang terlalu gegabah
komentar untuk sesuatu yang tidak gua tahu betul kelengkapan ceritanya atau pendapat dari sisi yang berbeda.
Jujur, hal itu sangat mengganggu gua sampai-sampai gua
galau, bengong, dan akhirnya lagi-lagi nulis di blog-lah cara gua melampiaskan
semua kekecewaan gua sama diri gua sendiri. Ketika ada hal yang sangat
mengganggu kita, I believe that everyone has their own way in dealing with
whatever’s bothering them.
Namanya manusia, kadang-kadang gua juga melakukan kesalahan, sering malah.
Misalnya, ketika gua suka sama sesuatu atau bahkan seseorang, sekonyong-konyong
gua suka belain aja terus meski pun orang itu melakukan tindakan yang sebenarnya
kurang tepat. Untungnya, gua orangnya emang rada skeptis dan pengin tahu
banget sebenarnya apa yang sedang terjadi, akhirnya tergeraklah gua buat cari tahu lebih
dalam lagi tentang masalah tersebut. Hanya saja memang sempat di awali dengan buta karena cinta.
Kemarin, gua menulis soal pendapat gua tentang sexual harrasment yang dialami sama salah satu influencer favorit gua. Masalah seorang influencer yang gua kagumi ternyata nggak
berhenti sampai sexual harrasment aja. Hal ini jadi merembet ke hal yang jauh
lebih complex, yaitu the way people treat people. Kalau diceritain masalahnya
akan sangat panjang, jadi paling gua ingin menyampaikan beberapa pendapat dan
apa yang gua pelajari dari masalah yang sedang dihadapi influencer ini.
Intinya, setelah gua mencari tahu lebih banyak lagi
informasi dari masalah ini, gua belajar bahwa, it’s impossible to express our
ideas CLEARLY when we’re communicating in anger. So, sometimes we need to just
put down our phone and stay away for a while. We need to see every problems
from both perspectives. It’s not for deciding who’s at fault, but more
like telling and exercising our mindset that everything is not just about good or bad,
everything is not as simple as “white” or “black”.
Gua pun sangat maklum, malah ikut merasakan betapa sedih, kalut, down, merasa jijik setelah di harras sama orang, dan lain semacamnya. Sedangkan di saat yang bersamaan ada seseorang yang butuh jawaban dan klarifikasi segera. Gua berusaha memandang ini seperti, "Duh, kalau gua jadi si influencer ini juga pasti bakal kesel, marah, jijik, dan emosional," dan "Kalau gua jadi si another victim ini juga pasti butuh klarifikasi dan ngobrol how to clear the problem dan gimana caranya biar tidak ada yang dirugikan, meski secara tidak langsung mungkin dia merasa sudah dirugikan karena dia pikir fotonya sudah tersebar dan bisa jadi orang-orang yang nggak engeh masalah ini dari awal sampai habis bakal cap orang ini pervert."
Kalau sebelumnya gua berkomentar soal masalah ini, kali ini
gua lebih pengin belajar dari masalahnya. Supaya kedepanya
gua pribadi tidak mudah atau tidak gegabah dalam bertindak dan lebih bertanggung jawab
atas tindakan-tindakan yang gua perbuat. Pada akhirnya gua tidak membela siapa
pun, dan tulisan ini hanya apa yang gua pelajari dari masalah tersebut. Gua juga nggak bisa bohong kalau gua sedih banget atas apa yang terjadi sama
salah satu influencer yang gua suka sejak lama ini. I feel sorry about that and
also feel sorry to enother victims. Semoga masalahnya cepat selesai dan semua
pihak yang bersangkutan bisa menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan dan
saling berbaikan.
Blog sebelumnya yang bicara soal bullying, hate comment, sexual harrasment, etc bisa klik di sini!

No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri kritik dan saran yang membangun supaya Blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.