![]() |
| Photo credit: Times |
Segala sesuatu memang selalu tampak indah dari kejauhan. Maksud
saya, terkadang saat melihat kehidupan orang lain, yang ada dibenak kita mungkin seperti ini,
“Hidup dia enak ya? Tentram, tidak banyak masalah, dan kayaknya selalu diberikan kemudahan dibandingkan dengan kehidupan saya.”
Padahal semua yang
kita lihat itu hanya permukaannya saja. Kita bahkan tidak tahu sama sekali seberapa besar dan dahsyatnya guncangan, cobaan, luka, dan kesulitan apa yang harus dilewati orang tersebut
agar bisa sampai ke permukaan yang bisa kita semua lihat.
Kemudian ketika kita tahu kesulitan apa yang mereka lewati
sebelumnya, belum tentu juga kita mau peduli. Bisa jadi kita masih tetap melihat
permukaannya saja. Tampaknya istilah, don’t tell people your plan, show them
the result memang benar adanya. Tidak bisa dipungkiri ada orang-orang yang hanya peduli dengan hasil tanpa mau tahu prosesnya. Bahkan ketika hasilnya
sudah tampak, masih akan ada komentar yang kurang enak didengar. Belum lagi ada
embel-embel membandingkan satu dengan yang lain tanpa memberi solusi. Bukankah
membanding-bandingkan satu sama lain bisa berujung menyakiti perasaan orang
yang dibandingkan? Bukankah jika kamu gemar membanding-bandingkan orang lain, kelak
kamu akan menjadi bahan perbandingan juga?
Kurang lebih seperti, jika kamu tidak ingin disakiti oleh
orang lain, maka jangan coba-coba menyakiti orang lain. Jika kamu ingin orang
lain berbuat baik padamu, maka mulailah dari diri sendiri untuk berbuat baik
pada orang lain. Saya akan terus berusaha tanamkan kata-kata ini untuk bekal hidup saya.
Seorang teman dekat bercerita pada saya betapa ia merasa
sedih karena sudah menjadi bahan perbandingan. Saya merasa, setiap orang punya
kapasitas, keunikan, pola pikir, daya tarik, dll yang berbeda-beda. Bahkan,
anak kembar saja memiliki garis tangan dan sidik jari yang berbeda. Semua orang
memiliki keistimewaan mereka masing-masing. Koreksi jika saya salah.
They are awesome, you're also awesome!
Katakanlah saya masih sangat bodoh dan naif soal hidup yang kejamnya, hm... maaf, maksud saya istimewanya bukan main. Tidak apa, saya akan belajar.
Bantu saya untuk belajar.

No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri kritik dan saran yang membangun supaya Blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.