Friday, July 6, 2018

Untitled

Photo credit: Times

Segala sesuatu memang selalu tampak indah dari kejauhan. Maksud saya, terkadang saat melihat kehidupan orang lain, yang ada dibenak kita mungkin seperti ini,

“Hidup dia enak ya? Tentram, tidak banyak masalah, dan kayaknya selalu diberikan kemudahan dibandingkan dengan kehidupan saya.”

Padahal semua yang kita lihat itu hanya permukaannya saja. Kita bahkan tidak tahu sama sekali seberapa besar dan dahsyatnya guncangan, cobaan, luka, dan kesulitan apa yang harus dilewati orang tersebut agar bisa sampai ke permukaan yang bisa kita semua lihat.

Kemudian ketika kita tahu kesulitan apa yang mereka lewati sebelumnya, belum tentu juga kita mau peduli. Bisa jadi kita masih tetap melihat permukaannya saja. Tampaknya istilah, don’t tell people your plan, show them the result memang benar adanya. Tidak bisa dipungkiri ada orang-orang yang hanya peduli dengan hasil tanpa mau tahu prosesnya. Bahkan ketika hasilnya sudah tampak, masih akan ada komentar yang kurang enak didengar. Belum lagi ada embel-embel membandingkan satu dengan yang lain tanpa memberi solusi. Bukankah membanding-bandingkan satu sama lain bisa berujung menyakiti perasaan orang yang dibandingkan? Bukankah jika kamu gemar membanding-bandingkan orang lain, kelak kamu akan menjadi bahan perbandingan juga?

Kurang lebih seperti, jika kamu tidak ingin disakiti oleh orang lain, maka jangan coba-coba menyakiti orang lain. Jika kamu ingin orang lain berbuat baik padamu, maka mulailah dari diri sendiri untuk berbuat baik pada orang lain. Saya akan terus berusaha tanamkan kata-kata ini untuk bekal hidup saya.

Seorang teman dekat bercerita pada saya betapa ia merasa sedih karena sudah menjadi bahan perbandingan. Saya merasa, setiap orang punya kapasitas, keunikan, pola pikir, daya tarik, dll yang berbeda-beda. Bahkan, anak kembar saja memiliki garis tangan dan sidik jari yang berbeda. Semua orang memiliki keistimewaan mereka masing-masing. Koreksi jika saya salah.

They are awesome, you're also awesome!

Katakanlah saya masih sangat bodoh dan naif soal hidup yang kejamnya, hm... maaf, maksud saya istimewanya bukan main. Tidak apa, saya akan belajar. Bantu saya untuk belajar.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri kritik dan saran yang membangun supaya Blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.