![]() |
| Liputan |
Kenapa tiba-tiba membahas cinta pertama?
Seperti yang dibilang, emang cinta pertama selain selalu aktual, selalu menarik juga untuk dibahas. Bukan karena gagal move on loh ya. Mungkin memang karena cinta pertama yang membuat kita untuk pertama kalinya mengenal atau merasakan senang bukan kepalang, kangen sama orangnya sampe deg-degan, pengin selalu tahu kegiatannya apa saja, bahkan rela untuk melek mata padahal rasa ngantuk tuh sudah mengutuk. And all those feelings arise for no reason. Bener nggak?
Kalau dari pengalaman saya sih, memang pesonanya cinta pertama tuh nggak main-main. Tidak jarang kita sudah disakiti berkali-kali saja bisa dengan mudah kembali loh. Kenapa ya? Daaaan yang nyebelinnya, si cinta pertama ini nggak perlu tuh usaha keras buat meluluhkan hati kita. Dududu lucu juga ya kalau dipikir-pikir.
Eits, jangan disamakan ya si cinta pertama sama si cinta monyet. Memang bisa saja sih cinta monyet kamu ternyata memang cinta pertam kamu. Tapi biasanya cinta monyet yang bukan cinta pertama bisa dengan mudah terlupakan dan kenangan-kenagannya nggak senempel itu. Nah kalau ini setuju nggak?
Beberapa hal yang mungkin menjadi alasan dasar kenapa cinta pertama bisa senempel itu, hmm karena:
- Untuk pertama kalinya kamu kagum sama seseorang seutuhnya. Dari sikapnya, mungkin juga fisiknya, karakternya. Ya sesimpel, daya tariknya semagnetik itu. Kadang-kadang memang cuma kamu yang tau dan bisa merasakan pesona dan karismanya bisa memengaruhi kehidupanmu.
- Untuk pertama kalinya juga kamu belajar dan mengenal berbagai macam rasa. Kangen, seneng yang bener-bener seneng, sedih pun tidak kalah menyedihkan. Mungkin juga untuk pertama kalinya, saking kamu nggak tau perasaan kamu namanya apa, yang terasa cuma seperti ada kupu-kupu menggelitik di perutmu. Kalau ini pernah kamu rasakan nggak?
- Nah, untuk pertama kalinya lagi, kamu juga bisa saja merasakan patah hati yang bikin kamu menahun nggak bisa berpaling dan kepikiran si cinta pertama ini terus. Kemudian menahun itu pula dia hilang, begitu balik cuma tanya "apa kabar?" tembok yang sudah susah payah kamu bangun dan kamu kira kokoh, bisa-bisa runtuh seketika nggak bersisa hanya karena dua kata + satu tanda baca itu.
Ada beberapa orang yang beruntung bisa selamanya bareng sama cinta pertamanya. Sebagian lagi mungkin disuruh untuk ngumpulin pengalaman lebih banyak dan akhirnya balik lagi ke cinta pertama atau nggak balik juga sama sekali. Ada juga yang cinta pertamanya bisa jadi sahabat karibnya (tapi ini bisa dibilang 1000:1 nggak sih? hehe).
Apa pun endingnya, yang bisa saya bilang, kita patut bersyukur bisa bertemu sama cinta pertama. Bisa menghabiskan cukup waktu dengannya. Bisa merasakan hal-hal yang tadi itu. Setiap mengalami hal-hal menyenangkan dan menyedihkan yang dilewati itu berharga banget loh. Kita mungkin nggak bisa merasakan lagi hal-hal itu di masa depan. Tapi setidaknya, berkat cinta pertama kita jadi bisa kasih nama sama perasaan yang baru pertama kali kita rasakan.
Saya sering juga nih bilang sama temen, keponakan, temennya keponakan, adek, yang tidak sengaja mereka tiba-tiba menjadikan saya tempat curhat, kalau pertemuan dengan seseorang itu bisa untuk 2 kemungkinan. Yang pertama, orang itu mungkin datang memang hanya untuk mengisi dan memberikan pelajaran yang berharga buat kita. Kedua, bisa saja dia menjadi teman hidup selamanya.
Kedua kemungkinan itu menurut saya nggak ada yang buruk sih. Mungkin proses didalamnya aja yang terkadang menguras hati, emosi, pikiran. Begitu udah lewat baru deh kita sadar, "Oh, ini toh maksud Tuhan?!" atau "Hm, kalau dulu gua nggak mengalami hal ini, mungkin gua tidak setegar dan sekuat sekarang."
Nah, jadi ada lagi nih pelajaran yang mungkin bisa kita petik dari pengalaman. Bukan hanya pengalaman dari si cinta pertama, tapi dari setiap langkah yang sudah kita pilih dan jejaki. Apa tuuu??
Ini sih menurut saya aja ya,
"Every problem, pain, and disappointment we've been through in the past, tujuannya adalah untuk kita belajar and become much stronger like we are today."
Saya rasa si cinta pertama pun punya andil yang besar dalam memperkaya amunisi kita untuk bisa jauh lebih kuat seperti kita sekarang.
Jadi, buat yang sekarang mungkin masih menyalahkan cinta pertama, mungkin diganti aja kali ya jadi bilang makasih banyak sama dia karena sudah menyumbang banyak rasa dan warna di kehidupan kamu. Semoga setelah ini mau hubungan kamu baik atau buruk sama cinta pertama kamu, kamu bisa dengan legowo dan greatfull atas apa yang sudah kamu lewati sama dia.

No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri kritik dan saran yang membangun supaya Blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.