Thursday, February 4, 2021

Perjalanan Bertemu Biru Part #3





Setalah kurang lebih 6 jam, akhirnya Ibun bertemu dengan kamu, Bi. Kamu sudah bersih, pakaian rapi, dan wangi khas bayi. Akhirnya kita melanjutkan IMD yang tertunda dan sebentar di ruang operasi tadi. Apakah setelah operasi rasanya sakit? Belum, Nak. Masih belum terlalu sakit. Hanya saja Ibun masih mengalami pendarahan. Selang kateter pun masih ada. Belum lagi Ibun masih harus diinfus.
Rasanya bahagia banget bisa bertemu Biru. Dihari pertama kamu lahir, kamu tenang sekali. Lebih banyak tidur dan bangun hanya untuk menyusu. Namun di hari kedua, kamu mulai menangis kencang dan tidak berhenti, sampai akhirnya Ibun panggil suster. Tidak tau harus berbuat apa. Ternyata kamu hanya butuh dipeluk.

Sejak hari itu Ibun mulai belajar sedikit demi sedikit arti dari tangisan kamu. Tidak mudah memang. Kamu baru saja lahir dan mengenal dunia. Cara satu-satunya untuk berkomunikasi dengan Ibun hanya dengan tangisan. Dan Ibun, baru pertama kali memiliki anak, Ibun baru juga dilahirkan sebagai orang tua. Kita semua masih belajar untuk mencari cara yang paling nyaman untuk berkomunikasi, mengasihi dan saling mengerti.

Bahkan hingga saat ini, saat usia kamu sudah 3,5 bulan (saat Ibun mulai pertama kali menulis kisah ini) , Ibun masih harus banyak belajar agar kamu bisa selalu mendapatkan yang terbaik. Apalagi saat ini sedang terjadi pandemi di dunia. Kamu tumbuh dan besar di tengah wabah yang cukup menyeramkan dan merenggut banyak nyawa. Bahkan kamu, nyaris saja ditetapkan sebagai salah satu pengidapnya.

Saat ini, Ibun hanya berharap dan selalu berdoa untuk kesehatan dan kebahagiaanmu. Tidak lupa Ibun juga selalu berdoa agar orang-orang di sekitarmu juga diberikan kesehatan agar Biru juga bisa selalu sehat.

Biru sayang, saat kamu membaca ini, Ibun harap rasa sayang Ibun bisa sampai ke hatimu. Jadilah anak yang baik, anak yang soleh, anak yang happy dan sehat selalu sayang. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat keluarga kita sehat dan bahagia. Ibun sayang kamu dan Ayah. Sehat selalu kesayanganku.

The End

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri kritik dan saran yang membangun supaya Blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.