Wednesday, February 3, 2021

Perjalanan Bertemu Biru Part #1



Hi Biru, Ibun harap suatu hari kamu bisa baca tulisan ini. Ibun harap, saat baca tulisan ini kamu bisa jauh lebih baik kalau keadaanmu sedang buruk. Ibun harap, setelah baca tulisan ini, kamu bisa ngerasain betapa ibun sayang banget sama Biru bahkan ketika Biru masih sebesar biji kacang hijau.
Hi Biru-ku sayang, hari ini Ibun baru sempat untuk tulis perjalanan bertemu kamu. Mudah banget buat Ibun tumpahkan seluruh kejadian dan proses bertemu kamu lewat tulisan ini. Bahkan jika nanti kamu dewasa, Ibun masih bisa dengan lancar menceritakan prosesnya. Kenapa? karena pengalaman bertemu kamu adalah sebuah perjalanan yang nggak akan pernah bisa Ibun lupakan. Terlalu manis, terlalu berkesan. Sampai-sampai, kalau Ibun mau mulai bercerita, air mata haru selalu jadi temannya. 

Biru, waktu itu kamu sudah berusia 40 minggu di perut Ibun. Tapi kamu enggan keluar. Saat usia 39 minggu, dokter bilang "Ibu, anak Ibu beratnya sudah 3.2kg, sudah cukup untuk dilahirkan. Ibu mau normal atau mau operasi sesar (caesarean section)?" 

Dengan percaya diri ibu bilang, "Dok, saya mau usaha normal bisa kan dok?"

"Saya tidak bisa jamin ibu, karena waktu di awal kehamilan ibu bertanya sama saya, apakah dengan tinggi badan ibu ini ibu bisa lahiran normal? Kalau saran dari saya, melihat bayi ibu beratnya sudah cukup besar, sebaik sesar aja. Khawatir nanti menunggu sampai ibu mulas ternyata bayinya sudah kelewat besar dan ibu keburu kesakitan yang ujung-ujungnya malah sesar juga." 

Saat dokter bilang seperti itu, tentu ada rasa khawatir. Padahal selama ini Ibun sudah berusaha untuk bisa lahiran normal. Mulai dari mengepel jongkok, main gymball, yoga, minum minyak kelapa, jalan setiap pagi, dll. 

Akhirnya, dengan perasaan yang separuh, Ibun bilang sama dokter, "Dok, waktu saya masih ada 1 minggu lagi, saya nunggu sampe 40 minggu ya dok. Semoga sudah ada tanda-tanda mau melahirkan saat itu." 

Meski wajah sang dokter terlihat khawatir, tapi dokter bilang dengan nada sedikit tegas, "Oke, berarti nanti kalau sebelum HPL Ibu sudah berasa mulas teratur, keluar flek, atau bahkan berasa rembes yang tidak berhenti, ibu langsung ke IGD ya dan segera hubungi saya."

"Baik, Dok!" jawab Ibun

Saat usia kehamilan tepat 40 minggu, kamu memberi tanda awal kamu ingin dilahirkan. Tiba-tiba saat Ibun mau pipis, Ibun keluar flek merah muda yang cukup banyak. Ibun pun segera menghubungi dokter dan dokter meminta ibun untuk segera ke IGD keesokan harinya untuk mengecek apakah sudah ada pembukaan atau belum. 

Keesokan harinya ketika Ibun ke rumah sakit, Ibun langsung ke IGD untuk periksa pembukaan. Ternyata belum ada pembukaan sama sekali. Kamu masih jauh dari jangkauan bidan yang memeriksa. Tidak lama dokter pun datang dan kembali bilang bahwa lebih baik ibu menjalani operasi sesar. 

Kita lanjutkan ceritanya di Perjalanan Bertemu Biru Part #2 ya. 
To be continued...

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri kritik dan saran yang membangun supaya Blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.