![]() |
| Photo credit: reddit |
Hidup itu lucu ya? Saya sama kamu juga lucu. Maksud saya, cerita kita yang lucu.
Saya percaya, manusia hidup untuk belajar. Belajar dari pengalaman jatuh hati, tergila-gila sama seseorang, setelahnya patah hati, galau, kesulitan sama sekali untuk bangkit lagi, lalu memaksa diri untuk keluar rumah barang selangkah lewati pintu, kemudian kembali masuk, dan menangisi kepergian seseorang yang pernah bilang "Aku cuma mau sama kamu. Kalau kamu sudah dewasa, aku tidak mau cari yang lain".
Setelah (katanya) saya sudah dewasa, sayangnya kita tidak bertemu. Mungkin tepatnya kamu sudah terlanjur membenci saya. Namun, saya banyak bersyukur bahwa saya pernah bertemu kamu. Seperti malam ini, tiba-tiba saya ingin bicara tentang kamu. Tentang kita yang tampaknya masih ada urusan yang belum sempat usai.
Kamu mau coba bercerita? Yasudah, saya duluan ya. Sejujurnya, saya penasaran dengan apa yang kamu rasakan sekarang. Saya masih sedih saat tahu kamu sedih. Saya rasa, sebagai manusia, perasaan seperti itu normal. Empati namanya? Sayangnya, saya enggan bertanya kamu sedih karena apa. Saya takut untuk menebak. Saya takut kamu tidak nyaman karena terakhir kali kita bertemu, kamu enggan menyapa. Padahal saya tahu kamu tahu, saya sudah memasang kuda-kuda untuk menyapamu. Tapi, saya urungkan, takut kamu risih.
Saat hubugan kita memburuk, saya sudah belajar untuk tidak menganggu, terlalu ingin tahu, atau mencampuri urusan orang lain. Terutama kamu. Saat semuanya terasa membaik, saya pikir, mungkin ini saatnya untuk menebus kesalahan saya. Kesalahan ketika saya terlalu nyaman untuk bicara apa saja padamu, yang malah akhirnya menyakiti hatimu.
Saya hanya ingin minta maaf sebenarnya. Tapi, tidak pantas rasanya untuk membahas yang sudah tertinggal menahun lalu, khawatir bekas lukanya kembali menganga. Saya cukup senang dengan sambutan baik meski tetap dingin, sama seperti dugaan saya. Saya hanya tidak ingin memiliki musuh. Itu saja.
Saat hubugan kita memburuk, saya sudah belajar untuk tidak menganggu, terlalu ingin tahu, atau mencampuri urusan orang lain. Terutama kamu. Saat semuanya terasa membaik, saya pikir, mungkin ini saatnya untuk menebus kesalahan saya. Kesalahan ketika saya terlalu nyaman untuk bicara apa saja padamu, yang malah akhirnya menyakiti hatimu.
Saya hanya ingin minta maaf sebenarnya. Tapi, tidak pantas rasanya untuk membahas yang sudah tertinggal menahun lalu, khawatir bekas lukanya kembali menganga. Saya cukup senang dengan sambutan baik meski tetap dingin, sama seperti dugaan saya. Saya hanya tidak ingin memiliki musuh. Itu saja.
Saya ingin merangkum sesuatu tentang saya dan kamu. Tentang hidup yang lucu seperti cerita saya sama kamu. Mari kita mulai!
Saya rasa, itu kali pertama saya jatuh hati pada pandangan pertama dengan seseorang. Biasanya, saya akan menyukai seseorang setelah bicara panjang lebar. Klise. Saya mengagumi kamu sebagai seseorang laki-laki. Saya simpan perasaan itu, saya mencoba sedikit mengambil langkah ragu namun cukup berani untuk berkenalan denganmu. Beruntung, kesempatan itu bisa dikatakan mulus. Saya bahkan dianggap seperti orang yang cukup dekat denganmu, sehingga banyak teman perempuan yang menanyakan kabarmu dari saya. Konyol, tapi saya suka. Saat itu, dengan pertanyaan dari teman-teman, saya jadi punya alasan untuk menghubungimu untuk sekadar bertanya, "Lagi apa?", "Lagi di mana?", atau malah meyampaikan pesan dari kawan saya yang (juga) kagum padamu.
Singkat cerita, saya jatuh cinta. Entah sejak kapan. Terjadi begitu saja. Tapi, saya tidak seberani itu. Saya masih menyimpannya hingga tercium juga bau busuknya di hidungmu. Bau busuk termanis bukan?
Tidak mudah bagi saya menahan perasaan itu. Tidak mudah juga bagi saya menerima kenyataan bahwa tidak hanya saya yang menyukaimu. Bahkan, saya harus berjauhan dengan sahabat saya demi mempertahankan perasaan saya padamu. Tapi, saya rasa itu wajar. Seperti katamu, saya belum dewasa waktu itu. Itu pertama kalinya bagi saya merasakan betapa degup jantung saya seperti berlarian, sampai-sampai ingin meledak. Meski menyakitkan, saya bahkan bertahan. Menyesal? Tidak, saya menikmatinya dan bersyukur sekarang.
Sayang, akhirnya perasaan itu hanya sepihak meski kita pernah mencoba sesaat. Sebentar, sebentar sekali. Saya rasa, apa yang kamu bilang saat ingin berpisah ada benarnya. Sisanya kesalahan dari saya. Maaf.
Intinya, terima kasih sudah banyak memberi pelajaran berarti. Jika bukan karena saya sama kamu pernah bertemu, mungkin saya tidak setangguh seperti saat ini. Terima kasih sudah memaksa saya belajar dari kehilangan dan patah hati.
Saya menikmati setiap sakit yang kamu tinggalkan. Saya mengisi lubang hati saya sekuat tenaga dengan apa saja asal sakitnya sedikit berkurang. Saya menangisi setiap inci kebahagiaan dan kepedihan yang kamu titipkan. Hingga akhirnya saya lelah menangis dan mulai mencari kesibukan hingga jatuh sakit hampir mati. Saat itu, saya kira, saya akan lupa. Ternyata belum.
Waktu terasa sangat lama, berat, perih. Sangat menyiksa. Hingga seseorang datang membawa obat merah, perban, dan plester. Merawat saya hingga sembuh sama sekali. Hingga lukanya hanya menjadi bekas dan cerita panjang yang setiap kali saya melihatnya membuat saya bersyukur. Iya, lagi-lagi saya bersyukur. Rasanya memang masih ada hal yang belum kita tuntaskan. Mengutip lagu dari Kunto Aji,
"Masih banyak yang belum sempat aku sampaikan padamu."
Akhirnya, saya ingin menyampaikan ini: Saya harap, kamu tidak menyesal mengenal saya. Saya harap, kamu bisa ingat indahnya saja agar kamu bahagia. Saya menikmati setiap luka yang kamu titip. Jika saat ini kamu sedih atau kesakitan, mungkin saya hanya bisa bilang, nikmati. Semua akan baik-baik saja. Seperti saya yang kini sudah baik-baik saja. Meski harus melewati waktu yang sangat panjang.
Terakhir, mari kita berteman.
Apakah ini seperti surat? Saya rasa, iya, ini surat untukmu. Tolong kabari saya jika kamu sudah menerimanya. Terima kasih sudah sangat menginspirasi.
***
Kamar, Cengkareng
25 Maret 2019

No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri kritik dan saran yang membangun supaya Blog ini bisa lebih bermanfaat lagi.